Efek Samping Merkuri Dalam Kosmetik

Efek Samping Merkuri Dalam Kosmetik

Hai Sahabat Beauty, coba deh kalian cek produk kecantikan kulit Anda. Yakin krim pemutih wajah Anda tidak memiliki kandungan berbahaya, seperti merkuri didalamnya? Atau jangan-jangan Anda belum pernah mendengar tentang merkuri sebelumnya?

Merkuri merupakan logam berat yang beracun bagi kesehatan lingkungan jika tidak dikontrol penggunanya.

Dalam kosmetik merkuri dibagi  menjadi dua bentuk, yaitu anorganik dan organik. Merkuri anorganik digunakan dalam sabun dan krim pemutih kulit.

Sementara itu, merkuri organik banyak digunakan untuk produk pembersih riasan dan maskara.

Di Indonesia, sebagian orang sudah mengidentikkan merkuri dengan produk pencerah wajah sehingga tak sedikit yang sudah sadar akan bahayanya. Apalagi dengan adanya peringatan dari BPOM.

Sepanjang tahun 2018 silam, BPOM telah menyitaa lebih dari ratusan jenis kosmetik berbahayaa berupa bedak, krim pemutih, lipstik dan perona wajah. Kosmetik tersebut dinyatakan mengandung bahan beracun, salah satunya adalah merkuri.

Di Berbagai negara, penggunaan merkuri pada kosmetik juga dilarang. Sayangnya, produk-produk yang mengandung merkuri sering kali tidak teridentifikasi karena terkemas dalam wadah yang tidak berlabel.

Oleh karena itu, hindarilah membeli produk kosmetik kecantikan yang tidak memiliki daftar kandungan, tidak ada petunjuk penggunaan dalam bahasa inggris (sebab artinya produk tersebut ilegal dan tidak memiliki merkuri) dan tidak memiliki reputasi legalitas BPOM.

Waspada juga karena ada istilah lain yang digunakan untuk menyebut merkuri misalnya mercurous chloride, mercuric, mercurio dan calomel.

Dikutip dari WHO, ada beberapa ciri yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi produk bermerkuri. Biasanya, produk yang terkontaminasi merkuri yang sangat tinggi memiliki warna abu-abu atau krem. Disamping itu, pada petunjuk pemakaian tertulis untuk menghindari kontak dengan perak, emas, karet, alumunium dan perhiasan.

5 Efek Samping Merkuri Dalam Kosmetik

Sebagai bahan aktif, merkuri memang bisa mencerahkan warna kulit dan bisa mengurangi bintik-bintik hitam. Namun ada beberapa efek samping yang terkait didalamnya dan bisa berdampak serius untuk kesehatan.

Ada salah satu penelitian yang dilakukan pada tikus betina menunjukkan bahwa merkuri bisa mempengaruhi ginjal, hati dan otak tikus tersebut.

Laporan lain menyebutkan bahwa logam ini bisa menyebabkan gangguan kognitif, kerusakan ginjal, sakit kepala, kelelahan, tremor, depresi dan keluhan lainnya pada pengguna.

Merkuri bisa secara perlahan menguat ke udara sehingga bisa mencemari seluruh rumah dan mempengaruhi anggota keluarga lainnya, bahkan jika tidak pernah menggunakan produk yang terkontaminasi.

Apalagi beberapa orang seperti ibu hamil, bayi menyusui dan anak-anak, sangat rentan terhadap toksisitas merkuri. Lalu, bagaimana dengan bahaya merkuri terhadap kulit wajah?

Meski efek samping anorganik yang terkandung dalam sabun dan krim pencerah kulit dari kerusakan ginjal, masalah pada kulit juga bisa terjadi.

Merkuri dalam krim pemutih kulit bisa menyebabkan kulit ruam, perubahan warna kulit, terbentuknya jaringan parut dan berkurangnya ketahanan kulit terhadap infeksi bakteri dan jamur.

Tentu saja berbagai efek samping tersebut sangat tidak menyenangkan, bahkan mengerikan. Jika kulit wajah mengalami masalah iritasi atau masalah lainnya setelah penggunaan suatu produk kulit.

Oleh karena itu, saat ini juga cek produk kosmetik yang Anda gunakan. Pastikan tidak mengandung merkuri yang berbahaya, jika produk Anda mengandung merkuri maka beralihkan ke produk yang bebas merkuri dan sudah memiliki izin BPOM.

Semoga artikel ini bermanfaat.

135 total views, 2 views today



%d bloggers like this: